Di Bawah Naungan Kasih Lembo: Kala Sinergi Menjadi Penawar bagi Warga

Admin
7 Apr 2026 07:15
2 menit membaca

Lembo, bumikonaweutara – Ada semacam kehangatan yang tak biasa di aula pertemuan Puskesmas Lembo, Selasa (7/4/2026). Di balik dinding-dinding ruang medis yang biasanya kaku, sebuah tekad besar sedang dirajut. Bukan sekadar urusan teknis medis, namun sebuah komitmen kolektif yang mengalir layaknya “kasih sayang dewa”—sebuah perlindungan menyeluruh bagi setiap jiwa di Kecamatan Lembo.

Lewat gelaran Lokakarya Mini Lintas Sektor, UPTD Puskesmas Lembo menegaskan bahwa kesehatan warga bukanlah beban yang dipanggul sendiri oleh paramedis, melainkan tanggung jawab bersama yang lahir dari rasa peduli.

Kepala UPTD Puskesmas Lembo, Suhardin, berdiri di depan para pemangku kepentingan dengan pesan yang jernih: puskesmas adalah jantung, namun sektor lain adalah urat nadi yang mengalirkan kehidupan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri butuh tangan-tangan dari lingkungan yang bersih, pendidikan yang mumpuni, hingga ekonomi yang stabil,” ujar Suhardin dengan nada optimis.

Bagi Suhardin, lokakarya ini bukan sekadar seremoni meja hijau. Ini adalah wadah untuk merumuskan langkah nyata. Ia bermimpi melihat Lembo bukan hanya sebagai wilayah administratif, melainkan sebuah rumah besar di mana warganya hidup sejahtera dan terlindungi dari ancaman penyakit.

Isu Krusial: Dari Stunting hingga BPJS, Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah isu krusial dikupas tuntas. Beberapa poin utama yang menjadi fokus antara lain:

  • Perang Terhadap Stunting: Memastikan tunas-tunas muda Lembo tumbuh tanpa hambatan nutrisi.
  • Jaminan Kesehatan: Akselerasi kepesertaan BPJS agar tak ada warga yang takut berobat karena biaya.
  • Sanitasi Lingkungan: Pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi untuk mencegah wabah
  • Kasih untuk Ibu dan Anak: Peningkatan layanan kesehatan bagi kelompok paling rentan.

Kesungguhan komitmen ini terlihat dari hadirnya seluruh elemen “penjaga” wilayah. Mulai dari Camat Lembo, jajaran lurah, hingga 12 kepala desa hadir menyatukan suara.

Sektor pendidikan pun tak ketinggalan; 8 Kepala SD, 2 Kepala SMP, dan 1 Kepala SMA turut hadir, menyadari bahwa edukasi kesehatan dimulai dari bangku sekolah. Tak lupa, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas memastikan bahwa rasa aman dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Melalui sinergi ini, Puskesmas Lembo sedang mengirimkan pesan kuat kepada warganya: Bahwa di tanah ini, tak ada yang dibiarkan berjuang sendiri melawan sakit. Sebuah dedikasi yang tulus, layaknya perlindungan tanpa pamrih untuk kemanusiaan.

Redaksi.


Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *