Kesal Strom Tak Stabil, Warga Konawe Utara Geruduk Kantor PLN UP3 Kendari

Admin
13 Mei 2026 14:58
2 menit membaca

KENDARI, bumikonaweutara – Kesabaran masyarakat Kabupaten Konawe Utara akhirnya pecah. Bertahun menghadapi strom listrik yang tidak stabil, warga mendatangi kantor PLN UP3 Kendari, Rabu (13/5/2026), menuntut pertanggungjawaban atas kerusakan alat elektronik yang diduga akibat tegangan listrik naik turun.

Aksi tersebut dipenuhi teriakan protes dan tuntutan keras kepada pihak PLN yang dinilai gagal memberikan pelayanan listrik layak kepada masyarakat. Massa menilai kondisi kelistrikan di Konawe Utara semakin memprihatinkan karena selain sering padam, strom listrik juga kerap tidak stabil hingga merusak berbagai peralatan elektronik milik warga.

Kerusakan yang dikeluhkan masyarakat bukan hanya televisi dan kulkas, tetapi juga mesin air, mesin cuci hingga peralatan usaha kecil yang menjadi sumber penghasilan warga.

“Kami bayar listrik tepat waktu, tetapi strom terus naik turun. Banyak alat elektronik warga rusak akibat tegangan yang tidak stabil,” teriak Hendrik saat menyampaikan orasi di depan kantor PLN UP3 Kendari.

Dalam orasinya, Hendrik menegaskan masyarakat sudah terlalu lama menjadi korban buruknya pelayanan listrik di Konawe Utara. Ia menyebut PLN seolah membiarkan masyarakat menanggung kerugian sendiri tanpa solusi yang jelas.

“Jangan jadikan masyarakat Konawe Utara korban terus-menerus akibat buruknya pelayanan listrik. Hampir setiap hari strom tidak stabil, alat elektronik warga rusak, tetapi PLN seperti tutup mata. Kalau tidak mampu memberikan pelayanan yang layak, jangan biarkan masyarakat terus dirugikan,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Ia juga menyoroti kerugian ekonomi masyarakat yang terus bertambah akibat kerusakan alat elektronik yang terjadi berulang kali, sementara hingga kini belum ada kejelasan terkait tanggung jawab maupun ganti rugi dari pihak PLN.

“Ini bukan kerugian kecil. Televisi, kulkas, mesin air sampai alat usaha warga rusak satu per satu. Masyarakat dipaksa menanggung kerugian sendiri akibat strom yang amburadul,” lanjutnya dengan nada tinggi.

Massa aksi mendesak PLN segera membuka secara transparan penyebab utama gangguan strom listrik di Konawe Utara serta mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kualitas jaringan listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Situasi sempat memanas ketika massa menuntut pimpinan PLN menemui langsung warga. Setelah berlangsung tegang, pihak PLN UP3 Kendari akhirnya menerima perwakilan massa untuk berdialog dan menyerap tuntutan masyarakat.

Warga menegaskan, apabila persoalan strom listrik tidak stabil terus terjadi tanpa penyelesaian nyata, aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap buruknya pelayanan listrik di Konawe Utara.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *