Peringati HUT RI, Lomba Adat Tolaki Mombesara di Basule Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Edukasi Generasi Muda

Admin
23 Agu 2026 14:52
Daerah Ragam 0 65
3 menit membaca

Lasolo, bumikonaweutara  — Lomba adat Tolaki Mombesara turut mewarnai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan Desa Basule, Kecamatan Lasolo, tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan penonton memadati lokasi perlombaan untuk menyaksikan secara langsung penampilan peserta dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Konawe Utara.

Lomba adat Mombesara tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan adat serta budaya Tolaki, khususnya kepada generasi muda.

Panitia pelaksana di antaranya Bastian, S.Pd., Taufik, serta Ajmain Suruambo, S.Si., M.Sos. Kegiatan diikuti oleh perwakilan masing-masing kecamatan, dengan Kecamatan Lasolo turut tampil sebagai salah satu peserta dalam perlombaan.

Ditemui di panggung perlombaan Tribun Basule, Ajmain Suruambo, S.Si., M.Sos., mengatakan dirinya merasa bangga melihat keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran generasi muda dalam lomba Mombesara menjadi hal penting karena mereka merupakan generasi yang nantinya akan meneruskan dan menjaga keberadaan adat serta budaya Tolaki.

“Tujuan utama kegiatan ini pertama adalah melestarikan budaya, kemudian memasyarakatkan adat dan budaya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Ajmain.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penampilan peserta, terutama dalam penyajian dan penggunaan bahasa adat. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran karena sebagian anak-anak dan generasi muda masih belum sepenuhnya memahami adat Mombesara.

“Dalam penyajiannya, terutama bahasa, masih banyak kekurangan. Tetapi ini bagian dari proses, karena masih banyak anak-anak atau generasi muda yang belum terlalu memahami adat ini,” jelasnya.

Ajmain menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar, yakni menjaga agar adat Tolaki tetap dikenal dan dipahami oleh masyarakat.

Terlebih, adat dan tradisi memiliki kedudukan penting bagi masyarakat suku Tolaki sehingga perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurut Ajmain, kegiatan pelestarian adat Mombesara tersebut juga telah menjadi agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan tahun ini memasuki pelaksanaan yang ke-11.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak generasi muda. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengenal budaya Tolaki secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Harapan kami, kegiatan ini terus dilaksanakan dan semakin banyak generasi muda yang mau belajar serta memahami adat dan budaya Tolaki,” tutup Ajmain.

Ribuan masyarakat yang hadir di Desa Basule menjadi gambaran tingginya perhatian masyarakat terhadap kegiatan budaya. Lomba Mombesara tersebut sekaligus menjadi momentum bahwa semangat HUT RI ke-81 dapat diisi dengan menjaga identitas dan warisan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *