
WANGGUDU – Kabut hitam degradasi moral kian pekat menyelimuti Bumi Oheo. Di saat remaja lain tengah terlelap untuk menyongsong masa depan, 12 remaja di Konawe Utara justru asyik “membunuh” sel otak mereka sendiri. Tim Piket Fungsi Polres Konawe Utara berhasil menggerebek pesta hirup lem Fox yang melibatkan anak-anak di bawah umur di perempatan Desa Waworate, Kecamatan Andowia, Minggu malam (05/04/2026).
Tragedi di Perempatan Waworate: 8 Lelaki dan 4 Perempuan Terjerembap
Operasi yang dipimpin langsung oleh Pamapta II Polres Konut, Ipda Dedy Abdullah, S.I.P, ini bak menyingkap borok sosial yang selama ini tertutup rapat. Berdasarkan laporan masyarakat melalui layanan 110, polisi mengamankan 12 remaja—terdiri dari 8 laki-laki dan 4 perempuan—yang tengah dalam kondisi teler akibat uap kimia mematikan.
Pemandangan ini sungguh mengerikan: pemuda-pemudi yang seharusnya menjadi tulang punggung daerah, justru ditemukan terkapar dengan kaleng lem di tangan, menghirup aroma kematian yang merusak saraf.
Fakta Kejam: Kecanduan Akut hingga 3 Tahun! Bukan sekadar kenakalan sesaat, fakta yang ditemukan di lapangan jauh lebih sadis. Beberapa dari remaja yang diamankan mengaku telah menjadi “budak” lem Fox selama 1 hingga 3 tahun. Ironisnya, mereka merasa harus mengisap zat kimia tersebut setiap hari hanya untuk bertahan hidup dalam ilusi.
“Ini adalah potret kegagalan sistem pengawasan. Anak-anak kita hancur karena pengabaian dari orang tua dan lingkungan sekolah yang menutup mata!”
Polisi Bertindak Tegas: Orang Tua “Diseret” ke Mapolres, Tak ada toleransi bagi perusak masa depan. Seluruh pelaku beserta barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Konawe Utara. Pihak kepolisian segera mengambil langkah represif dan edukatif:
Peringatan Keras bagi Orang Tua dan Sekolah, Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat Konawe Utara. Jika lingkungan keluarga tetap abai dan sekolah hanya menjadi formalitas tanpa pengawasan moral, maka bersiaplah melihat generasi Konut tumbang satu per satu akibat jeratan zat adiktif murahan yang mematikan ini.
Polres Konawe Utara menegaskan tidak akan memberi ruang bagi para perusak generasi. Pilihannya hanya dua: Awasi anak anda sekarang, atau jemput mereka di balik jeruji besi!
Redaksi.
Tidak ada komentar