
KONAWE UTARA, bumikonaweutara – Kabupaten Konawe Utara (Konut) kembali mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif sektor agraris di Sulawesi Tenggara. Tepat pada Kamis (09/04/2026), Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., secara resmi memimpin aksi penanaman padi serentak yang terhubung langsung melalui virtual zoom dengan 17 provinsi di seluruh Indonesia dalam bingkai program strategis nasional: Cetak Sawah Rakyat 10.000 Hektar.
Berpusat di Kelurahan Asera, Kecamatan Asera, momentum ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah nyata Pemda Konut dalam menjawab tantangan krisis pangan global sekaligus memperkuat kedaulatan pangan dari daerah untuk nasional.
Sinergi Empat Titik: Strategi Perluasan LahanPenanaman serentak ini dilakukan secara masif di empat lokasi kunci di Konawe Utara yang melibatkan seluruh jajaran pimpinan daerah:
Kelurahan Asera, Kec. Asera: Dipimpin langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH.
Desa Matanggonawe, Kec. Sawa: Dibuka oleh Wakil Bupati, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si.
Desa Landawe, Kec. Oheo: Dilaksanakan oleh Ketua DPRD Konut, Herman Sewani.
Desa Lamonae, Kec. Wiwirano: Diwakili oleh jajaran Wakil ketua l DPRD Kabupaten Konut bersama asiten.
Pertanian: Tulang Punggung Ekonomi 41 Persen Rakyat KonutDalam sambutannya, Bupati H. Ikbar menegaskan bahwa sektor pertanian adalah pilar utama yang tidak bisa ditawar. Data mencatat tren positif kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Konut yang terus meroket; dari 39,70% di tahun 2024 menjadi 40,65% di tahun 2025.
“Hampir 41 persen aktivitas ekonomi rakyat kita bergantung pada sektor pertanian. Ini adalah visi ketiga kami dalam mendorong kemandirian pangan. Pertanian bukan hanya soal mengolah tanah, tapi soal devisa, lapangan kerja, dan pengendali inflasi,” tegas H. Ikbar.
Target Ambisius Swasembada PanganUntuk mencapai target swasembada, Pemda Konut terus melakukan ekstensifikasi lahan. Setelah sukses dengan cetak sawah 500 hektar di tahun 2025, pemerintah menambah lagi 500 hektar di tahun 2026. Dengan optimalisasi lahan fungsional, total luas lahan pertanian ditargetkan mencapai 2.500 hektar.
Dengan luas tersebut, Konut diprediksi mampu memproduksi hingga 2.800 ton beras per tahun, sebuah angka yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk lokal meskipun terjadi lonjakan populasi.
Bupati Ikbar juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan sawah yang telah dicetak menjadi lahan tidur. Sebanyak 381 kelompok tani (7.446 anggota) yang terdaftar dalam Simluhtan akan diprioritaskan mendapat bantuan penuh berupa:
Sarana Produksi: Pupuk NPK, Urea, dan Kapur Pertanian.
Bibit Unggul: Benih padi dan jagung berkualitas.
Teknologi: Alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern serta pestisida/herbisida.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, perbankan, hingga petani untuk bersinergi. “Saya berharap sawah yang sudah dicetak dikelola dengan konsisten. Kami siapkan pupuknya, kami siapkan alatnya, petani yang menggerakkan. Jika kita berkolaborasi, Konut akan menjadi daerah yang mandiri pangan dan sejahtera,” pungkasnya.
Dengan semangat “Tanam Benih Langsung”, Konawe Utara kini bersiap bertransformasi dari sekadar daerah agraris menjadi pusat ketahanan pangan masa depan di Indonesia Timur.
Redaksi.
Tidak ada komentar