
Wanggudu, bumikonaweutara – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Konawe Utara pada Rabu petang (08/04/2026) kembali menyisakan duka bagi warga Desa Tangguluri, Kecamatan Asera. Buruknya sistem drainase diduga menjadi pemicu utama meluapnya air hingga merendam belasan rumah warga dengan ketinggian mencapai 25 Cm.
Petaka mulai datang sekitar pukul 18.00 WITA. Intensitas hujan yang tinggi membuat saluran drainase di sekitar pemukiman tak lagi mampu menampung debit air. Akibatnya, air berwarna keruh meluap dan merangsek masuk ke dalam hunian warga.
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya *10 rumah warga* terdampak langsung oleh luapan air ini. Para pemilik rumah yang menjadi korban di antaranya adalah Amir, Ajemain, Aswad, Yusuf M., Hatta, Suhardin, Nasrin, Apriadin, Jawaria, dan Rasnawati.
Aksi Cepat “Baju Cokelat” Merespons situasi darurat tersebut, jajaran Polres Konawe Utara bergerak cepat. Pamapta II Ipda Dedi Abdullah, S.I.P., bersama personel Piket SPKT Polres Konut langsung terjun ke lokasi kejadian.
Tanpa menunggu air surut, para personel kepolisian ini bahu-membahu bersama warga mengevakuasi barang berharga dan membersihkan sisa-sisa lumpur serta genangan air yang masuk ke dalam rumah. Aksi ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga dan membantu meringankan beban mereka. Fokus utama kami adalah mempercepat pembersihan rumah agar warga bisa kembali beristirahat dengan layak,” ujar Ipda Dedi Abdullah di sela-sela kegiatannya.
Meski situasi mulai terkendali, kejadian ini menjadi alarm keras bagi infrastruktur drainase di wilayah Kecamatan Asera. Berikut adalah poin-poin krusial yang menjadi catatan pasca-kejadian:
Hingga berita ini diturunkan, personel kepolisian masih bersiaga di lapangan guna memantau perkembangan situasi cuaca dan memastikan kondisi kamtibmas tetap kondusif pasca-banjir.
Redaksi.
Tidak ada komentar