Nyepi di Konawe Utara, Harmoni dalam Sunyi: Ramah Tamah yang Menyatukan Perbedaan

Admin
13 Apr 2026 15:01
2 menit membaca

Landawe, bumikonaweutara – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Balai Desa Hialu, Kecamatan Landawe, saat Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menggelar acara ramah tamah dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Minggu (12/04/2026).

Mewakili Bupati Konawe Utara, Asisten II Setda Konut, H. Hasran Abubakar, S.Pd., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Nyepi bukan sekadar perayaan keagamaan umat Hindu, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan.

“Di Kabupaten Konawe Utara yang kita cintai ini, keberagaman adalah kekuatan. Kita hidup dalam satu rumah besar—rumah bersama Konasara—yang menjunjung tinggi kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati,” ujar Hasran dengan penuh makna.

Ramah tamah ini bukan hanya seremoni, melainkan simbol hidupnya toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Dalam balutan suasana kekeluargaan, para tamu dari berbagai latar belakang agama dan budaya duduk bersama, berbincang hangat, dan saling berbagi senyum.

Momentum ini menjadi bukti bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling memahami dan menghargai perbedaan.

Pemerintah Daerah Konawe Utara, lanjut Hasran, berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan umat beragama serta memastikan pembangunan berjalan secara inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Acara kemudian ditutup dengan kebersamaan seluruh peserta, mencerminkan eratnya persaudaraan lintas iman di Konawe Utara—sebuah potret nyata bahwa toleransi bukan hanya slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Mayor M. K. E. Made Armika, perwakilan Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sultra Kadek Yogiarta, Ketua Dharma Upapati PHDI Provinsi Sultra, Ida Pandita Mpu Nabe Agni Jaya Shree Yogiswara Sebali, Wakil Ketua I DPRD Konawe Utara I Made Tarubuana, S.Si., Kepala Kementerian Agama Konawe Utara H. Sutarmin Kete, Camat Landawe, serta tokoh-tokoh umat Hindu di Konawe Utara.

Di tengah sunyi Nyepi, Konawe Utara justru bersuara lantang tentang arti kebersamaan—bahwa perbedaan adalah anugerah yang menyatukan, bukan memisahkan.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *