Tanggap Cepat Cegah Abrasi Pantai Desa Mandiodo, PT Bumi Konawe Minerina Berkolaborasi dengan Tiga Perusahaan Dukung Upaya Mitigasi Pesisir

Admin
27 Jun 2026 06:32
Daerah 0 74
3 menit membaca

Molawe, bumikonaweutara – Komitmen dunia usaha dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir kembali ditunjukkan oleh PT Bumi Konawe Minerina (BKM). Bersama tiga perusahaan yang beroperasi di Blok Mandiodo, yakni PT Cinta jaya, PT SBP, dan PT BNN, PT BKM berpartisipasi dalam kegiatan penimbunan darurat sebagai langkah mitigasi untuk mencegah semakin meluasnya abrasi pantai di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara.

Kegiatan yang berlangsung selama 14–25 Juni 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Mandiodo dan empat perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Inisiatif ini lahir sebagai respons atas kondisi abrasi yang mulai mengancam kawasan pesisir serta berpotensi berdampak terhadap lingkungan, infrastruktur, dan aktivitas masyarakat setempat.

Melalui forum koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Desa Mandiodo Alias Manan, seluruh perusahaan sepakat untuk mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing. Dalam pelaksanaannya, PT BKM mengerahkan dua unit dump truck, sementara PT Cintajaya, PT SBP, dan PT BNN memberikan dukungan berupa excavator dan dump truck guna mempercepat proses penimbunan dan penguatan garis pantai.

Abrasi pantai merupakan fenomena geomorfologi yang disebabkan oleh proses pengikisan daratan akibat gelombang, arus laut, maupun faktor hidrometeorologi lainnya. Apabila tidak ditangani secara cepat, abrasi dapat menyebabkan hilangnya kawasan pesisir, mengancam permukiman warga, merusak ekosistem pantai, serta meningkatkan risiko bencana pada wilayah pesisir. Oleh karena itu, langkah mitigasi melalui penguatan bibir pantai menjadi salah satu bentuk adaptasi yang penting dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.

Manager Community Development and Empowerment (CDE) PT Bumi Konawe Minerina menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Langkah ini merupakan wujud kepedulian sekaligus respons tanggap darurat PT Bumi Konawe Minerina terhadap terjadinya abrasi di Desa Mandiodo sebagai desa binaan perusahaan. Kami juga mengapresiasi kolaborasi bersama tiga perusahaan lainnya di Blok Mandiodo yang memiliki komitmen sama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ujar Syamsuddin Alfattah.

Menurutnya, penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Kepala Desa Mandiodo turut mengapresiasi partisipasi seluruh perusahaan yang telah merespons cepat kebutuhan masyarakat. Ia berharap kolaborasi ini menjadi contoh nyata kemitraan strategis dalam menghadapi tantangan lingkungan di wilayah pesisir.

Melalui semangat gotong royong tersebut, PT Bumi Konawe Minerina bersama para pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan kelestarian lingkungan.

Sebagaimana pesan yang disampaikan pihak perusahaan, upaya menjaga pesisir bukan hanya untuk kepentingan hari ini, melainkan sebagai investasi ekologis bagi generasi mendatang.

“Mari kita jaga bersama pantai kita untuk keberlangsungan anak cucu kita di masa depan.” Tutupnya.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *