
Konawe Selatan, bumikonaweutara — Memasuki hari kedua pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), Tim Subdit Jemenopsrek Ditkamsel Korlantas Polri melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pelabuhan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran transportasi, khususnya pada sektor Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).
Sebelum turun ke lapangan, kegiatan diawali dengan rapat koordinasi yang digelar di Aula Polres Konawe Selatan dan dipimpin oleh Wakapolres Konsel. Forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Ditlantas Polda Sultra, Polres Konawe Selatan, instansi perhubungan, Jasa Raharja, serta pihak pengelola Pelabuhan Torobulu.
Dalam pemaparannya, Kepala UPTD Pelabuhan Torobulu menegaskan peran penting pelabuhan sebagai simpul transportasi yang menghubungkan wilayah daratan dan kepulauan di Sulawesi Tenggara. Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama saat terjadi lonjakan penumpang pada momen arus mudik, libur nasional, serta perayaan Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polres Konawe Selatan menyampaikan kondisi teknis di lapangan, mulai dari denah kawasan pelabuhan, kapasitas kantong parkir, hingga data pergerakan kendaraan dan penumpang harian. Data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan penataan lalu lintas yang lebih efektif.
Tim Korlantas Polri turut memaparkan hasil kajian terkait integrasi layanan transportasi, pengembangan infrastruktur, serta pentingnya konektivitas “last mile” untuk mendukung mobilitas masyarakat. Mereka juga menekankan perlunya sinergi lintas sektor dalam rekayasa lalu lintas, penegakan hukum, dan pengawasan kawasan pelabuhan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah isu strategis turut mengemuka, di antaranya jaminan santunan kecelakaan oleh Jasa Raharja serta potensi kemacetan di kawasan pelabuhan. Disebutkan bahwa santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Konawe Selatan telah terakomodasi dengan baik, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Meski kondisi arus lalu lintas di Pelabuhan Torobulu relatif terkendali, aktivitas kendaraan operasional tambang yang melintas di kawasan tersebut menjadi perhatian khusus. Kendati demikian, kapasitas lahan parkir dinilai masih mencukupi, termasuk saat terjadi peningkatan volume kendaraan.
Sebagai tindak lanjut, Tim Korlantas Polri merekomendasikan analisis lebih mendalam terhadap penyebab kecelakaan lalu lintas yang berdampak fatal. Selain itu, diperlukan forum rutin lintas instansi sebagai sarana evaluasi dan penanganan permasalahan lalu lintas di wilayah hukum Polres Konawe Selatan.
Usai FGD, rombongan melanjutkan kegiatan dengan peninjauan langsung ke Pelabuhan Torobulu guna memastikan kesesuaian antara data yang dipaparkan dengan kondisi riil di lapangan.
Melalui langkah ini, diharapkan tercipta kebijakan yang lebih terukur dan implementatif dalam meningkatkan keselamatan, ketertiban, serta kelancaran transportasi di kawasan pelabuhan, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Redaksi.
Tidak ada komentar