Poto: Hj. Alisa Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Konawe Utara

Wanggudu, bumikonaweutara – Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi upaya masyarakat membuat Minyak Goreng (MG) secara Mandiri.

Masyarakat Nelayan Desa Ulusawa Kecamatan Sawa sedang Viral di media sosial akun YouTube Chanel Pesisir, dimana video tersebut menampilkan proses pembuatan atau memproduksi minyak goreng dari bahan  dasar kelapa lokal.

“Saya sebagai Kadis PMD  Konut sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan masyarakat Desa Ulusawa yang membuat inovasi dengan memproduksi sendiri minyak goreng dari buah kelapa yang mana masyarakat yang berdomisili di pesisir pantai dan memiliki banyak pohon kelapa di sepanjang pantai kecamatan sawa,” kata Hj. Alisa Kadis PMD Konut.

Menurut mantan Kepala Dinas perizinan Konut, Hj. Alisa menambahkan, dalam situasi harga minyak goreng saat ini yang meroket, maka masyarakat sudah tepat membuat minyak goreng secara mandiri.

” Harga minyak saat kian meroket, sudah tepat jika masyarakat pedesaan membuat minyak goreng secara mandiri apalagi melihat potensi kelapa yang kita miliki di Konawe Utara, sangat besar. Saya berharap melalui Dana Desa tahun 2022 ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan masyarakat.” tambah Hj.Alisa.

Proses pembuatan minyak goreng secara manual

Ditempat yang berbeda, warga Desa Ulusawa Kecamatan Sawa Rosyid menambahkan,  akibat harga minyak goreng di pasar dan di kios-kios sembako sangat mahal, maka dirinya bersama beberapa tetangga mulai merintis memproduksi minyak goreng secara mandiri.

“Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terpaksa kita memproduksi minyak goreng secara mandiri. Apalagi kita tau bersama , harga MG dipasar dan di kios sembako saat ini, harganya semakin mahal bisa mencapai Rp.50.000 per liternya,” ungkap Royid.

Pasalnya, kami masyarakat nelayan berharap kepada pemerintah bisa mencari solusi agar harga sembako tidak mahal sekali terutama Minyak Goreng pabrikan.

” Kami bisa bikin MG lebih banyak, asalkan pemerintah bisa membantu kami menyiapkan alat produksi dan tambahan modal, setidaknya hasil produksi kita bisa kita jual di pasar lokal Konawe Utara,” harap Royid Nelayan Asal Desa Ulusawa.

Untuk diketahui, harga minyak goreng pabrikan di beberapa pasar lokal dan kios di Bumi Oheo harganya bisa mencapai Rp.300.000,-/ 5 liter. Akibatnya masyarakat kecil nyaris tidak mampu membeli produk minyak goreng pabrikan.

Penulis: Diman


Warning: Undefined variable $post in /home/bumj6541/public_html/wp-content/themes/newsup/inc/ansar/hooks/hook-index-main.php on line 117

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *