Molawe Darurat Curat: Warga 7 Kali Digulung Maling, Polisi Konawe Utara Didesak Buka Mata

Admin
6 Agu 2026 04:17
Hukrim 0 29
2 menit membaca

Molawe, bumikonaweutara — Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) semakin merajalela dan meneror warga Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara. Ketidaktegasan aparat penegak hukum dalam menjerat para pelaku memicu kekecewaan mendalam warga, salah satunya Feryanto, yang mengaku sudah tujuh kali menjadi korban kejahatan tanpa ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap.

Gelombang aksi kriminalitas ini bukan lagi sekadar kasus biasa, melainkan teror sistematis yang melumpuhkan rasa aman masyarakat di berbagai desa.

Di Desa Mowundo, komplotan penjahat menjarah berbagai sarana vital dan aset berharga, mulai dari alat preparasi, pendingin ruangan (AC), pasokan oli, solar, peralatan kantor, perabot rumah tangga, hingga suku cadang kendaraan dan generator set (genset).

Teror tak berhenti di situ. Di Desa Awila Puncak, warga dipaksa gigit jari setelah sepeda motor, unit televisi, perangkat audio, uang tunai, hingga tabung gas raib disikat pelaku yang masih bebas berkeliaran.

Feryanto menegaskan bahwa kejahatan beruntun ini menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan keamanan di wilayah hukum setempat. Ia mendesak Kapolres Konawe Utara dan Kapolsek Lasolo untuk tidak tinggal diam dan segera membongkar komplotan pelaku yang kian berani tersebut.

“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar formalitas. Tangkap para pelaku dan kembalikan rasa aman masyarakat,” tegasnya.

Maraknya kasus pencurian ini juga menguatkan dugaan warga atas makin suburnya peredaran narkoba di Molawe. Meski pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keterkaitan tersebut, masyarakat menilai ada mata rantai kejahatan yang memicu maraknya aksi kriminalitas jalanan ini.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polres Konawe Utara maupun Polsek Lasolo masih membisu dan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan serta progres penyelidikan atas rentetan aksi kejahatan yang meresahkan ini.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *