Jembatan Darurat penghubung 3 Desa, milik Pemda Konut Rusak parahMolawe, bumikonaweutara – Jembatan yang berada di Desa Mowundo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami rusak parah akibat bobot muatan mobil truck pemuat Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering melintas di jembatan itu, Kamis 14/7/2022.
Melalui akun facebook yang di unggah oleh salah satu warga Desa Mowundo Suhardin, menyayangkan sikap pengusaha tangki solar yang tidak pernah terlibat membantu warga untuk memperbaiki jembatan Mowundo yang rusak, pasalnya, warga tersebut pernah gotong royong dalam perbaikan jembatan Mowundo pada tahun 2020 lalu.
“Jembatan Desa Mowundo Kembali Putus/Rusak Parah Yang Di Akibatkan Aktivitas Pertambangan Dan Mobil Tangki Solar,,Di Sini Bukan Kita Mencari Siapa Yang Salah Tapi Mari Kita Saling Kerja Sama Agar Bagai mana Jembatan Tersebut Bisa Di Lalui Dengn Nyaman.” Suhardin warga Desa Mowundo.
Tak tahan sikap pengusaha tangki pemuat solar yang telah merusak jembatan tersebut, Suhardin ungkapkan perasaannya melalui media sosial, dengan tujuan keterlibatan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara, tidak membiarkan jembatan penghubung 3 Desa itu putus, yang menyebabkan kendaraan roda empat milik warga harus memutar melalui kubangan lumpur di jalan haulin PT. BKM.
“Protes ke pemerintah brow, yang lewat di situ bukan cuma sopir mobil tangki” tulis Muhammad Zulfikar Amal melaui akunnya.
Muhammad Zulfikar Amal menyebut pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara, yang memiliki wewenang atas jalan penghubung antara Desa Tapunggaya menuju Desa Mowundi, menginginkan agar jembatan penghubung Desa mendapat perhatian, jangan dibiarkan jadi jembatan darurat saja, yang akhirnya saling menyalahkan antar pengguna jalan.

Ratusan mobil terpaksa harus mencari akses lain
“Inilah alasannnya kenapa di larang keras untuk dilintasi mobil yang notabenenya kapasitas berat (DT), tangki yang bermuatan, karena apa? kalau sudah begini kasian akses masyarakat terhambat. jadi selaku pemdes tekankan jembatan ini harus dibangun baik-baik alias tidak asal-asalan.” Naniyatin Pj. Kepala Desa Mowundo.
Untuk diketahui, menurut pantaun media Bumikonaweutara.com saat ini bagi pengguna roda empat yang akan mengarah di tiga Desa, yakni Desa Mandiodo, Desa Tapuemea, Desa Tapunggaya, bahkan mobil tambang nikel di blok Mandiodo, untuk mencari akses jalan lainnya, karena jembatan tersebut hanya bisa dilalui roda dua saja.
Penulis : Suhardiman Sawali
Tidak ada komentar