Warga Asemi Nunulai Terpaksa Pertaruhkan Nyawa Demi Gas Elpiji 3 Kg, Dugaan Penyelewengan Distribusi Mencuat

Admin
21 Jun 2026 12:59
Hukrim 0 58
2 menit membaca

Asera, bumikonaweutara – Ironis. Di tengah gencarnya program subsidi energi untuk masyarakat kecil, warga Desa Asemi Nunulai, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, justru harus berjibaku melewati puluhan kilometer jalan rusak parah hanya untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 kilogram.

Kondisi ini dikeluhkan warga yang mengaku selama ini sangat bergantung pada pasokan gas elpiji bersubsidi untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, akibat sulitnya distribusi, warga terpaksa mencari gas hingga ke ibu kota Kabupaten Konawe Utara, Wanggudu, dengan menempuh medan jalan yang rusak dan berisiko tinggi.

“Kami harus melewati jalan yang sangat rusak dan berbahaya hanya untuk mendapatkan gas elpiji. Selama ini kami membeli di kios desa dengan harga mencapai Rp65 ribu per tabung. Sekarang pasokan tidak ada lagi, sehingga kami harus ke Wanggudu. Ini sangat memberatkan masyarakat,” ujar Hartawan salah seorang warga kepada bumikonaweutara.com.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya membebani biaya hidup masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang harus menempuh perjalanan jauh demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji sekaligus memperhatikan kondisi infrastruktur jalan menuju Desa Asemi Nunulai yang hingga kini masih memprihatinkan.

Di lokasi terpisah, pemilik salah satu kios di Desa Asemi Nunulai mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi menjual gas elpiji 3 kilogram karena pasokan yang selama ini diterima telah terhenti.

Ia bahkan menduga terjadi penyimpangan dalam pendistribusian gas elpiji bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat Desa Asemi Nunulai.

“Gas elpiji subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat desa diduga tidak lagi disalurkan sesuai peruntukannya. Akibatnya warga di sini tidak mendapatkan pasokan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Pemilik kios tersebut meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Konawe Utara segera melakukan investigasi terhadap distribusi gas elpiji 3 kilogram agar tidak terjadi penyalahgunaan yang merugikan masyarakat kecil.

Persoalan ini menjadi sorotan karena menyangkut hak masyarakat atas program subsidi pemerintah. Jika dugaan penyelewengan distribusi benar terjadi, maka praktik tersebut berpotensi menghilangkan akses warga miskin terhadap kebutuhan energi rumah tangga yang seharusnya mudah diperoleh.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah, Pertamina, serta instansi terkait untuk memastikan distribusi gas elpiji bersubsidi berjalan tepat sasaran dan tidak dijadikan komoditas yang menguntungkan segelintir pihak dengan mengorbankan kepentingan rakyat.

“Jangan sampai subsidi untuk rakyat hanya menjadi slogan, sementara masyarakat di pelosok harus mempertaruhkan keselamatan demi mendapatkan satu tabung gas elpiji,” tegas warga.

(Tim/Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *