KADIN SULTRA TANCAP GAS: “SUFANA SARI KEDELAI” SIAP MASUK PROGRAM MBG, DORONG GIZI DAN UMKM LOKAL

Admin
4 Mei 2026 16:41
Ekonomi 0 18
2 menit membaca

KONAWE, bumikonaweutara – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara menunjukkan langkah agresif dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meluncurkan produk minuman nabati “Sufana Sari Kedelai”.

Produk berbasis sari kedelai ini dijadwalkan resmi diperkenalkan pada Rabu, 6 Mei 2026, di SD Islam Terpadu Wawonggole, sebagai bagian dari strategi peningkatan gizi anak sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Direktur Eksekutif Kadin Sultra, Budi Amin, menegaskan peluncuran ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret mendorong peran produk lokal dalam program nasional. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang.

“Ini bukti nyata Kadin Sultra hadir tidak hanya sebagai motor ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi peningkatan gizi masyarakat,” tegas Budi, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, Sufana Sari Kedelai menjadi alternatif strategis pengganti susu berbahan hewani dengan kandungan protein tinggi dari nabati. Produk ini dinilai mampu menjawab kebutuhan nutrisi anak dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas.

“Kami dorong inovasi yang relevan: sehat, ekonomis, dan berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada produk, Kadin Sultra juga menggandeng pelaku UMKM untuk memperkuat rantai produksi dan distribusi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.

Peluncuran tersebut juga akan dibarengi edukasi gizi kepada pelajar, sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang.

Kadin Sultra optimistis, Sufana Sari Kedelai bisa menjadi model pengembangan produk lokal yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

“Ini bukan sekadar minuman, ini gerakan menguatkan gizi, menggerakkan ekonomi, dan memajukan produk lokal,” pungkas Budi.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *