Wakil Ketua DPRD Konut Sayangkan Keliru Cetak Surat Suara Pilkades

Admin
28 Mei 2023 06:24
Politik 0 741
2 menit membaca

Lasolo, bumikonaweutara – Wakil ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe utara (Konut) sayangkan keliru mencetak surat suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan secara serentak oleh pemerintah Kabupaten tahun 2023.

“saya memiliki catatan besar kepada yang terlibat langsung secara tekhnis dalam pelaksanaan pilkades, yaitu DPMD kedepannya harus diperbaiki, yang keliru adalah cara mencetak surat suara, kedepannya DPMD harus mengikuti metode KPU dalam mencetak surat suara. ujar Indra Supriadi Wakil Ketua l DPRD Konut.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, hak demokratis harus betul-betul dilindungi, agar para pemilih bebas menentukan pilihannya dan rahasia.

“artinya apa, benar-benar hak demokratis siapapun yang dia pilih itu terlindungi.” lanjutnya

Surat suara pemilihan kepala Desa, sangat jelas terlihat, disaat pemilih usai melakukan pencoblosan, dan hendak memasukkan kekotak pemungutan suara, akan lebih mudah mengetahui pilihan setiap coblosan oleh pemilih.

“Semacam ada ketidak siapan, disini salam pencetakkan surat suara. coblosan kita itu terlihat, jadi bagi pemilih pemula yang tidak memahami kartu suara itu bisa dilipat lagi itu akan kelihatan.” ungkap Politisi PAN.

Menurutnya, desain surat suara sangat penting diperhatikan, agar kedepannya tidak terjadi seperti pilkades tahun 2023, sebagai koordinator komisi A DPRD Konut sebagai lidinig sektor dinas pemberdayaan pemerintah Desa, menjadi catatan penting, saat pilkades selanjutnya tidak terjadi hal serupa.

dalam kesempatan itu, Indra Supriadi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas terlaksananya pilkades serentak, yang dibantu dari TNI/POLRI, dan seluruh instansi yang terkait.

“Himbauan saya, bagi pihak calon kades yang tidak terpilih bisa menerima dengan legowo, dan bagi yang menang tidak perlu euporia yang berlebihan, tetap menjaga lingkungan kondusif, biar bagaimanapun didesa itu adalah cipil society yang masih kuat.” tutupnya. (Red )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *