PORDATI Gelar Ziarah Makam dan Penggantian Kain Batu Nisan Tokoh Adat Tolaki

Admin
18 Jun 2026 03:19
Sultra 0 6
2 menit membaca

KONAWE, bumikonaweutara – Forum Pemuda Adat Tolaki (PORDATI) bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati budaya melaksanakan kegiatan ziarah makam serta penggantian kain batu nisan pada makam para tokoh penting dalam sejarah dan adat Tolaki, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa menjaga, mempertahankan, dan mewariskan nilai-nilai budaya serta adat istiadat Tolaki kepada generasi penerus.

Adapun makam yang diziarahi dalam kegiatan tersebut meliputi Makam Raja Lakidende Sangia Ngginoburu, Makam Pue Kalenggo, Makam Karaeng Watukila Ndariala, Makam Tohamba Bin Mokole Maranai, serta Makam Pue Tainoa Watuanggotoa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut H. Dedet Ilnari Yusta, SE., MA., M.In.CD., Ilmarsyah Agus Sudoyo Dongge, S.Hut., Ajemain Suruambo, S.Si., M.Sos., Sarman Fidel, serta sejumlah anggota Forum Pemuda Adat Tolaki (PORDATI).

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembersihan area makam dan penggantian kain batu nisan sebagai simbol penghormatan kepada para pendahulu. Seluruh prosesi dilaksanakan sesuai tata cara dan tradisi adat Tolaki yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah serta peran penting para tokoh adat dalam membangun dan menjaga eksistensi budaya Tolaki.

Dalam kesempatan itu, para peserta menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya serta menghormati jasa para leluhur sebagai bagian dari identitas masyarakat Tolaki. Menurut mereka, ziarah makam tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap adat istiadat daerah.

Ajemain Suruambo, S.Si., M.Sos., mengatakan bahwa pelestarian tradisi adat harus terus dilakukan agar generasi muda tetap memahami akar budaya dan sejarah leluhurnya.

“Melalui ziarah makam dan pelaksanaan tradisi adat ini, kita menjaga hubungan batin dengan para pendahulu sekaligus merawat warisan budaya Tolaki agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

PORDATI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan penguatan karakter generasi muda agar tetap mengenal, menghargai, serta melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penghormatan terakhir kepada para leluhur. Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan rasa hormat terhadap nilai-nilai adat Tolaki yang tetap terjaga hingga saat ini.

Penulis: Herman

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *