
KONAWE, bumikonaweutara – Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram di Laika Mbuu Meluhu Wonua Ndinudu berlangsung khidmat dan penuh makna budaya. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan nilai-nilai adat dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat Tolaki.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi adat yang sakral, yakni pencucian benda-benda pusaka yang menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, perjuangan, dan kearifan para pendahulu. Prosesi tersebut dilaksanakan sesuai tata cara adat yang berlaku dan diiringi doa-doa sebagai harapan akan keselamatan, keberkahan, serta kemajuan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.I.K., Sekretaris Jenderal DPP Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., Ajemain Suruambo, S.Si., M.Sos., Dewan Sara Fordati H. Dedet Ilnari Yusta, serta sejumlah tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, para peserta mengenakan pakaian adat Tolaki sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya daerah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Tolaki.
Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta menjaga adat istiadat sebagai bagian dari jati diri masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antarwarga serta para tokoh yang hadir dalam acara tersebut.
Melalui peringatan 1 Muharram dan prosesi pencucian benda pusaka ini, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga warisan leluhur, memperkuat semangat kebersamaan, serta berperan aktif dalam membangun daerah yang maju, religius, dan berbudaya.
Penulis: Herman
Tidak ada komentar