Dirlantas Polda Sultra Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Anoa 2026

Admin
12 Mar 2026 12:23
Hukrim 0 249
2 menit membaca

KENDARI, bumikonaweutara – Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara (Dirlantas Polda Sultra) Kombes Pol Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Anoa 2026 dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Presisi Polda Sultra, Kamis (12/3/2026) pukul 16.00 WITA.

Apel gelar pasukan dipimpin oleh Kapolda Sulawesi Tenggara dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra serta personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait.

Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor guna memastikan pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, nyaman, dan lancar.

Kapolda juga menyoroti situasi global yang saat ini mengalami peningkatan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk fluktuasi harga minyak dan kondisi ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis melalui diplomasi internasional serta kebijakan ekonomi guna menjaga stabilitas nasional.

Untuk pengamanan Idul Fitri tahun ini, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.

Di wilayah Sulawesi Tenggara, Polda Sultra menyiapkan sebanyak 3.370 personel yang terdiri dari 1.501 personel Polri, 269 personel TNI, dan 1.515 personel dari instansi terkait. Selain itu, disiapkan pula 66 pos pengamanan yang terdiri dari 41 Pos Pengamanan (Pos Pam), 15 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 10 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai wilayah.

Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat Anoa 2026 di Sultra mencakup 4.345 titik, meliputi 1.346 lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri, 2.588 masjid, 26 terminal, 101 pusat perbelanjaan, 5 bandara, 25 jalur mudik, 208 tempat wisata, serta 46 pelabuhan.

Selain pengamanan jalur mudik, Kapolda Sultra juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok. Personel di lapangan diminta meningkatkan patroli rutin serta berkoordinasi dengan unsur pengamanan swakarsa di titik-titik rawan.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk memperhatikan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi BMKG yang menyebutkan kemungkinan hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia selama periode mudik Lebaran. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan operasi.

Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta dukungan lintas sektor, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 di wilayah Sulawesi Tenggara dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *