Bupati Konawe Utara Luncurkan Program Intervensi Gizi untuk Balita Stunting dan Ibu Hamil, Tegaskan Penanganan Harus Terintegrasi

Admin
3 Jul 2026 02:29
Bumi Oheo 0 15
3 menit membaca

Motui, bumikonaweutara – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui langkah nyata di lapangan. Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., M.H., secara resmi meluncurkan Program Pemberian Paket Intervensi Gizi bagi Balita Stunting dan Ibu Hamil di Balai Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Kamis (18/6/2026).

Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting sekaligus memastikan pemenuhan gizi bagi kelompok yang paling rentan, yaitu balita dan ibu hamil. Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan secara simbolis paket intervensi gizi kepada para penerima manfaat, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Utara sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Wisra Wartawati Ikbar, S.Tr.Keb., M.Kes., unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan Askam, S.Sos., serta sejumlah pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Konawe Utara yang harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan anak, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.

“Penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah melalui intervensi yang terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, penyediaan air bersih, ketahanan pangan keluarga hingga pola pengasuhan yang baik,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa pemberian bantuan gizi tidak boleh berhenti pada proses penyaluran semata. Ia meminta Dinas Kesehatan, Puskesmas, bidan desa, tenaga gizi, serta kader Posyandu untuk terus melakukan pendampingan terhadap setiap balita sasaran agar perkembangan kesehatannya dapat dipantau secara berkala.

Menurutnya, pengawasan terhadap konsumsi paket gizi menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap perbaikan status gizi anak.

Lebih lanjut, H. Ikbar menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut merupakan fase krusial dalam pembentukan kualitas kesehatan, pertumbuhan, dan kecerdasan anak sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mengajak keluarga, pemerintah desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal tumbuh kembang anak melalui pemenuhan gizi yang cukup, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang sehat dan bersih.

Program intervensi gizi ini diharapkan mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting di Konawe Utara sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para asisten dan staf ahli Bupati, kepala instansi vertikal, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, camat, lurah, kepala desa, serta kader kesehatan se-Kecamatan Motui.

Melalui peluncuran program ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting, sehingga setiap anak memiliki kesempatan tumbuh secara optimal dan menjadi generasi penerus yang berkualitas.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *