Harmoni di Lingkar Tambang: SBIB Molawe Rajut Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama PT. BKM Dan Pemdes Tapunggaya

Admin
8 Mar 2026 20:13
Ekonomi 0 754
2 menit membaca

MOLAWE, bumikonaweutara – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pertambangan nikel di Konawe Utara, sebuah momen hangat tercipta di bawah atap Mushola Ar Rahman, Desa Tapunggaya. Serikat Buruh Indonesia Bersatu (SBIB) PUK Molawe menggelar acara buka puasa bersama yang mempertemukan para pekerja, manajemen perusahaan, dan pemerintah desa dalam satu meja, Kamis (Maret 2026).

Acara ini bukan sekadar ritual membatalkan puasa, melainkan menjadi panggung diplomasi santun antara buruh dan korporasi. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari PT Bumi Konawe Minerina (BKM) beserta jajaran subkontraktornya seperti TMMS, GSS, dan KMD.

Ketua DPD SBIB Konawe Utara, Ayub, menegaskan bahwa momentum Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat komunikasi yang konstruktif. Ia membawa pesan penting mengenai masa depan industri pertambangan yang lebih manusiawi di wilayah tersebut.

“Kami menaruh harapan besar agar perusahaan mampu menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Fokus utama kami adalah peningkatan standar keselamatan kerja, jaminan sosial-ekonomi, serta keadilan di lingkungan kerja,” ujar Ayub dengan optimis.

Poin-Poin Utama Harapan Buruh: Keselamatan Kerja (K3): Menjadi prioritas utama mengingat risiko tinggi di sektor pertambangan. Kesejahteraan Ekonomi: Penyesuaian standar upah dan jaminan yang layak bagi pekerja lokal. Sinergi Tripartit: Hubungan yang solid antara Buruh, Perusahaan, dan Pemerintah Desa Tapunggaya sebagai tuan rumah.

Ketua Buruh, Herlin, bersama perwakilan pemerintah desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan pihak perusahaan dalam menghadiri undangan ini. Suasana cair yang tercipta diharapkan mampu meredam potensi konflik industrial dan menggantinya dengan kolaborasi yang saling menguntungkan (win-win solution).

Dengan berakhirnya acara ini, muncul optimisme baru bahwa operasional tambang di Molawe tidak hanya tentang pengerukan nikel, tetapi juga tentang membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat dan tenaga kerja lokal demi kemajuan bersama di Bumi Oheo.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *