Warga Asera Konawe Utara Digegerkan Fenomena Hujan Es Sebesar Kelereng

Admin
3 Mar 2026 13:19
2 menit membaca

Asera, bumikonaweutara – Fenomena alam langka berupa hujan es melanda wilayah Kelurahan Asera, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara pada Selasa (3/3/2026). Peristiwa ini sempat mengejutkan warga setempat setelah suara dentuman keras menghantam atap rumah mereka di tengah cuaca ekstrem.

Kejadian bermula saat wilayah Asera diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih 20 menit. Setelah sempat reda sejenak, kondisi cuaca berubah drastis dengan hembusan angin kencang. Tak lama berselang, warga mulai mendengar suara nyaring yang tidak biasa dari arah atap rumah.

Nawir, salah seorang warga Kelurahan Asera, mengaku terkejut dengan bunyi tersebut. Saat memeriksa ke luar rumah, ia mendapati butiran es sebesar kelereng sudah berserakan di halaman.

“Saya lagi duduk-duduk di dalam rumah karena hujan deras. Tiba-tiba terdengar suara yang tidak biasanya di atap. Pas saya keluar untuk melihat, ternyata banyak bijian es batu terhambur di depan rumah,” ujar Nawir, Selasa (3/3).

Fenomena hujan es tersebut dilaporkan berlangsung selama kurang lebih 7 menit. Meski durasinya singkat, peristiwa ini menjadi perbincangan hangat mengingat fenomena serupa jarang terjadi di wilayah tropis seperti Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan catatan warga, fenomena hujan es bukan pertama kalinya terjadi di wilayah Konawe Utara. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah dilaporkan melanda Kecamatan Oheo.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait, baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara maupun BMKG setempat, mengenai penyebab pasti maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Secara ilmiah, hujan es (hail) biasanya terjadi akibat adanya awan kumulonimbus yang sangat besar dengan arus udara vertikal yang kuat, menyebabkan tetesan air membeku menjadi kristal es sebelum jatuh ke bumi.

Warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan, mengingat peralihan cuaca yang tidak menentu.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *