Pasca Lebaran, Tiga Desa di Konawe Utara Bersatu dalam Turnamen ‘Lingkar Tambang Cup I’

Admin
22 Mar 2026 08:47
Olahraga 0 427
2 menit membaca

MOLAWE, bumikonaweutara – Memasuki momentum pasca-Ramadan, Karang Taruna Anatepule Desa Tapunggaya resmi menggebrak panggung olahraga di Kabupaten Konawe Utara. Melalui turnamen sepak bola bertajuk Lingkar Tambang Cup I, semangat silaturahmi antarwarga di wilayah lingkar tambang kini dikemas dalam kompetisi fisik yang penuh gengsi.

Dibuka secara resmi pada Minggu (22/3/2026), turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan trofi, melainkan menjadi panggung pembuktian bagi pemuda lokal yang memiliki potensi besar di bidang sepak bola.

Langkah Karang Taruna Anatepule ini mendapat dukungan penuh dari tiga “nahkoda” desa di Kecamatan Molawe. Kehadiran para kepala desa ini menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan proyek kolektif untuk mempererat kohesi sosial masyarakat pesisir dan lingkar tambang.

 Ketiga tokoh tersebut adalah:

  • Guntur, SH. (Kepala Desa Tapunggaya)
  • Basrun (Kepala Desa Tapunopaka)
  • Gusri, S.Pd. (Kepala Desa Tapuemea)

Ketua Panitia, Ririn Anton, bersama jajaran panitia lainnya tampak sigap memastikan jalannya kompetisi. Menurutnya, inisiatif ini lahir dari keinginan untuk mewadahi bakat-bakat terpendam pemuda desa sekaligus merayakan kemenangan spiritual usai menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Dalam sambutannya sebelum membuka turnamen secara resmi, Kepala Desa Tapunggaya, Guntur, SH., memberikan penekanan keras pada nilai-nilai sportivitas. Ia mengingatkan bahwa tensi tinggi di lapangan hijau tidak boleh merusak hubungan persaudaraan yang telah terjaga.

“Saya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas. Jadikan kejuaraan ini sebagai momen emas silaturahmi. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun menjaga persatuan adalah kewajiban kita bersama,” tegas Guntur di hadapan para peserta.

Turnamen Lingkar Tambang Cup I diharapkan menjadi katalisator bagi pembinaan atlet muda di Konawe Utara. Dengan dukungan penuh dari tiga desa, ajang ini diprediksi akan menjadi barometer baru bagi kompetisi sepak bola amatir di wilayah Molawe, mengingat antusiasme masyarakat yang haus akan hiburan positif pasca-hari raya.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *