
KENDARI, bumikonaweutara – Pemerintah Kota Kendari menyatakan dukungan terhadap kehadiran aplikasi pembayaran digital Saku Sultan sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital dan memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Dukungan tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Dr. Hj. Nismawati, S.KM., M.Kes., yang mewakili Wali Kota Kendari saat membuka secara resmi Grand Launching Aplikasi Pembayaran Digital Saku Sultan, Kamis (30/7/2026), di Hotel Horison Kendari.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kota Kendari, sejumlah anggota DPRD Kota Kendari, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kabupaten Konawe Utara, kalangan pengusaha, akademisi, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Nismawati mengatakan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem transaksi masyarakat. Menurutnya, pembayaran digital mampu memberikan kemudahan karena proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, efisien, dan nyaman.
“Kita tentu pernah mengalami situasi ketika berbelanja menggunakan uang pecahan besar sementara penjual tidak memiliki uang kembalian. Dengan sistem pembayaran digital, persoalan seperti ini dapat diminimalkan sehingga transaksi menjadi lebih mudah bagi penjual maupun pembeli,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi juga diiringi meningkatnya ancaman kejahatan digital di sektor keuangan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki literasi digital yang baik agar dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak memberikan kode OTP, PIN maupun kata sandi kepada siapa pun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital.
“Pemerintah Kota Kendari mendukung setiap inovasi yang mampu mempercepat transformasi digital, memperkuat ekosistem ekonomi daerah, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dan para pelaku UMKM,” katanya.
Kepada pengelola Saku Sultan, Nismawati berpesan agar terus menjaga kenyamanan, keamanan, dan kepercayaan pengguna dengan mengedepankan integritas serta profesionalisme dalam memberikan layanan.
“Kepercayaan merupakan aset terbesar dalam layanan keuangan digital. Karena itu, teruslah berinovasi, tingkatkan kualitas layanan, dan hadirkan fitur-fitur yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, CEO sekaligus Owner Saku Sultan, Ambo Tang, M.Pd.I., mengatakan bahwa aplikasi Saku Sultan dikembangkan selama kurang lebih empat tahun sebelum resmi diluncurkan kepada masyarakat. Menurutnya, platform tersebut tidak hanya hadir sebagai layanan pembayaran digital, tetapi juga membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi para penggunanya.
“Saku Sultan bukan hanya aplikasi untuk menyimpan uang, mengirim uang, atau melakukan pembayaran. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang memungkinkan pengguna memperoleh manfaat lebih melalui program Sultan Ambassador dan berbagai inovasi yang kami siapkan,” ujar Ambo Tang.
Ia menjelaskan, perusahaan menargetkan pengembangan aplikasi ke seluruh Indonesia dengan memperluas jaringan merchant, menggandeng influencer, content creator, serta membentuk komunitas ambassador di berbagai daerah guna mempercepat adopsi transaksi digital.
Menurut Ambo Tang, kehadiran Saku Sultan diharapkan dapat menjadi salah satu produk teknologi digital karya anak bangsa yang lahir dari Sulawesi Tenggara dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan inovasi digital secara bijak serta bersama-sama membangun ekosistem pembayaran digital yang aman, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna.
Mengakhiri sambutannya, mewakili Wali Kota Kendari, Dr. Hj. Nismawati, S.KM., M.Kes. secara resmi membuka Grand Launching Aplikasi Pembayaran Digital Saku Sultan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai tanda dimulainya operasional dan pengembangan platform pembayaran digital tersebut. Acara berlangsung dengan antusias dan menjadi momentum peluncuran salah satu inovasi pembayaran digital karya putra daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Sulawesi Tenggara maupun di tingkat nasional.
Penulis : Suhardiman Sawali.
Tidak ada komentar