Ekspansi Besar-Besaran, Anton Timbang Targetkan IMI Hadir di Seluruh Pelosok Sultra

Admin
31 Jan 2026 04:29
2 menit membaca

KENDARI, bumikonaweutara – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) tancap gas di awal tahun 2026. Dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang digelar di Swiss-Belhotel Kendari, Sabtu (31/1/2026), Ketua IMI Sultra, Anton Timbang, menegaskan ambisinya untuk merampungkan konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Bumi Bahteramas.

​Langkah ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Anton Timbang secara terbuka menetapkan target bahwa sebelum masa jabatannya berakhir, panji-panji IMI harus sudah berkibar di 17 kabupaten/kota se-Sultra.

​Hingga saat ini, IMI baru resmi terbentuk di 11 wilayah. Masih ada enam daerah lagi yang menjadi target ekspansi kepengurusan dalam waktu dekat.

​”Saat ini IMI baru terbentuk di 11 kabupaten/kota. Target saya sebelum berakhirnya periode ketiga ini, IMI sudah terbentuk di seluruh 17 kabupaten/kota,” tegas Anton Timbang di hadapan para pengurus dan tamu undangan Forkopimda.

 

​Daftar daerah yang telah memiliki kepengurusan meliputi:

  • Daratan: Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana.
  • Kepulauan: Baubau, Muna, Buton Selatan.

​Selain ekspansi wilayah, IMI Sultra tengah bersiap menghadapi dua agenda krusial:

  1. Porprov Kendari: Persiapan atlet cabang olahraga otomotif untuk mendulang prestasi maksimal.
  2. Musprov IMI Sultra: Agenda suksesi kepemimpinan melalui pemilihan ketua baru.

​Anton Timbang, yang telah menakhodai IMI Sultra selama tiga periode, menyatakan kebanggaannya atas keaktifan organisasi ini di level nasional. Ia juga menginstruksikan para ketua di daerah untuk minimal menggelar dua event otomotif setiap tahun demi menghidupkan ekosistem balap dan sport tourism di daerah masing-masing.

​Ketajaman Rakerprov kali ini juga terlihat dari penekanan pada aspek edukasi. Wadirlantas Polda Sultra, KBP Arif Irawan, yang turut hadir, menitipkan pesan krusial agar IMI menjadi garda terdepan dalam mensosialisasi keselamatan berlalu lintas.

​”Kami berharap IMI membantu edukasi masyarakat. Masih banyak penggunaan knalpot brong dan pengabaian kelengkapan berkendara. IMI harus menjadi contoh,” ujar KBP Arif.

​Senada dengan hal tersebut, Anton Timbang mengingatkan para atlet dan penghobi agar tetap disiplin. Ia melarang keras penggunaan kendaraan spek kompetisi di jalan umum guna menghindari pelanggaran hukum dan menjaga citra positif organisasi.

Langkah Anton Timbang ini menandai era baru profesionalisme otomotif di Sultra. Dengan mendorong kemandirian pengurus daerah melalui kewajiban menggelar event tahunan, IMI Sultra tidak hanya mencari bakat pembalap, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor otomotif.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *