Wujudkan Indonesia ASRI, Polres Konawe Utara Gandeng DPRD dan Warga Bersihkan Pantai Wale

Admin
7 Feb 2026 04:40
Hukrim 0 222
2 menit membaca
Sawa, bumikonaweutara — Menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah nasional, Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara bergerak cepat mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Aksi nyata ini diwujudkan melalui kerja bakti massal di pesisir Pantai Wale, Kecamatan Sawa, pada Sabtu (07/02/2026).

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Konawe Utara, AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., dengan melibatkan sinergi lintas sektoral. Turut hadir dalam aksi tersebut Ketua Komisi I DPRD Konut (Fraksi PBB) Asmawati, A.Md, anggota DPRD (Fraksi PAN) Rizal, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Konut, para Kepala Desa setempat, serta elemen masyarakat dan Bhayangkari.

​Aksi bertajuk “bakti sosial korvei” ini menyasar pembersihan sampah plastik dan penataan area pantai guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Selain menjaga alam, gerakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik Pantai Wale sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Konawe Utara.

​Kapolres Konawe Utara, AKBP Rico Fernanda, menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

​”Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama yang harus kita perangi secara berkelanjutan. Kita mulai dari lingkungan terdekat untuk menciptakan suasana yang aman, sehat, bersih, dan indah,” ujar AKBP Rico Fernanda.

​Langkah cepat Polres Konut ini merupakan respon langsung atas arahan Presiden dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Fokus utamanya adalah mewujudkan Indonesia yang berwawasan lingkungan melalui tata kelola sampah yang terintegrasi.

​”Mari kita jadikan kebersihan Pantai Wale ini sebagai bagian dari gaya hidup. Dengan lingkungan yang sehat dan indah, masyarakat pun akan merasa lebih nyaman,” pungkas Kapolres.

​Dengan adanya kolaborasi antara kepolisian, legislatif, dan warga desa (Lalembo, Tanjung Laimeo, Laimeo, dan Ulusawa), diharapkan Pantai Wale dapat terus terjaga keasriannya sebagai aset pariwisata daerah.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *