Upaya Peningkatan Pangan, Kades Awila Puncak Manfaatkan Lahan Tidur Dan Program Pasar Kaget

Admin
16 Mei 2024 13:28
Bumi Oheo 0 220
2 menit membaca

Molawe, bumikonaweutara – Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP), merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan diversifikasi pangan dan merupakan salah satu kunci sukses pembangunan pertanian yang dilakukan oleh Kepala Desa Awila Puncak Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara.

Optimalisasi Pemanfaatan lahan tidur melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari seluas 1.5 hektar, menjadi salah satu Pengembangan Pangan Lokal, serta Promosi dan Sosialisasi P2KP, di tambah lagi dengan program unggulan melalui Rumah Kaget.

“Kami menyiapkan lahan contoh untuk pengembangan pertanian seluar 1.5 hektar, agar para petani bisa melakukan studi banding cara penanaman yang benar dan baik ” ujar Husin Kepala Desa Awila Puncak.

Penanaman perdana usai melakukan pembersihan lahan, akan di tanam jagung dan dilanjutkan penanaman kacang panjang selanjutnya sela beberapa waktu kemudian akan dilaksanakan penanaman jangka pendek seperti tomat, terong, dan kacang panjang.

Dengan luasan lahan 1.5 hektar, tak hanya menyiapkan lahan untuk tanaman namun juga ada dua kolam ikan ukuran 15×30 dengan 15×15.

“Dibagian tengah lahan yang di siapkan, ada dua kolam ikan yang disediakan untuk bibit ikan mujair dan ikan bawal.” lanjutnya.

Desa Awila Puncak yang berada dia antara bukit, memiliki 144 jumlah Kepala Keluarga (KK) dan 552 jiwa, dengan mata pencaharian berkebun dan bertani, sudah pasti pengembangan pangan adalah salah satu target utama untuk menopang ekonomi masyarakat, ditambah lagi program jitu pasar kaget setiap minggu menjadi target pemasaran hasil panen warga.

“Untuk pemasaran hasil panen nanti, kami akan buka pasar kaget khusus di Desa awila puncak, setiap 2 minggu, sudah pasti akan membantu warga Desa saat menjual hasil panen mereka nanti.” ungkapnya.

Tujuan dalam pelaksanaan ini, berdasarkan himbauan pemerintah kabupaten dalam meningkatkan penghasilan masyarakat, dan pemanfaatan lahan kosong agar pendapatan ekonomi masyarakat dalam menopang pembangunan Desa.

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *