PT. LAM Di Tuduh Cemari Air, IPPMATA Konut Kecam UTER-SULTRA Jangan Jadi Provokator

368
Arief Najamuddin Ketua IPPMATA

Molawe, bumikonaweutara – Pernyataan ketua konsorsium pergerakan mahasiswa sultra (UTER) disalah satu media beberapa waktu lalu, tentang pencemaran air dari PT. Lawu Agung Mining (LAM), mendapat kecaman dari ketua umum IPPMATA sebut uter Sultra jadi provokator pada masyarakat lingkar tambang.

Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tapunggaya Tapuemea (IPPMATA) Arif Najamuddin, mengatakan, bahwa tidak ada terjadinya pencemaran yang dilakukan oleh di daerah yang ia diami bersama keluarga, apalagi menyebut salah satu perusahaan adalah dalang bencana, secara tegas menyatakan itu adalah pembohongan publik yang dilakukan oleh UTER SULTRA.

“Tidak ada pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.LAWU AGUNG MINING di Tapunggaya, Tapuemea apa lagi di tapunopaka itu terlalu jauh. Tapunopaka itu beda pulau dengan tapunggaya jadi jangan asal bicara mau jadi provokator.” Ungkap Arif Najamuddin, Kamis (8/12)

Pembohongan publik yang dilakukan oleh UTER-SULTRA, menyakiti hati warga Desa Tapunopaka Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, ditambahkan lagi, kebohongan UTER-SULTRA dengan menyebut nama tiga Desa yang sangat berjauhan, dimana Desa Tapuemea dan Desa Tapunopaka herus menempuh akses berjam-jam melalui akses laut.

Arif Najamudin yang juga mendiami Desa Tapunggaya sejak lahir, telah memastikan bahwa air yang berbau tidak ada perubahan warna, apalagi mengandung logam yang dimaksud itu, menurutnya semua tidak benar adanya.

“Jadi akses air bersih di tiga desa yang dimaksud uter sultra itu, tidak bisa dibuktikan bahkan saya siap bersaksi kalau benar telah terjadi pencemaran di Desa saya sendiri, jangan sampai hanya asal bicara mengeluarkan statemen yang mengandung provokator.” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pantauan media ini. air bersih yang di sorot oleh UTER-SULTRA, masih digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari, dan tidak ada perubahan warna, tidak berbau.

“Air bersih yang tercemar dan berbau tidak sedap yang dimaksud uter sultra itu air yang mana, karena sampai sekarang saya pribadi dan masyarakat setempat masih menggunakan air yang bersih dan itu kami gunakan sehari hari” Ucap Nikson saat di komfirmasi di tempat yang berbeda.

Saat mendengar berita tersebut, Nikson salah satu warga Desa Tapuemea kaget, melalui media ini juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan uter-Sultra dimedia terkait pencemaran air bersih itu semua tidak benar, karena sampai sekarang tidak ada masyarakat tapunggaya tapuemea yang mengeluh persoalan air bersih yang tercemar

“Jadi apa yang disampaikan uter sultra di media terkait pencemaran air bersih itu semua tidak benar,karena sampai sekarang tidak ada masyarakat tapunggaya tapuemea yang mengeluh persolan air bersih yang tercemar” tutupnya.

Redaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here